Minggu, 27 Maret 2011

Minggu Ketiga Prapaskah 2011

Returning to Trust

In my own life I well know how hard it is for me to trust that I am loved, and to trust that the intimacy I most crave is there for me. I most often live as if I have to earn love, do something noteworthy, and then perhaps I might get something in return. This attitude touches the whole question of what is called in the spiritual life, the "first love." Do I really believe that I am loved first, independent of what I do or what I accomplish? This is an important question because as long as I think that what I most need I have to earn, deserve and collect by hard work, I will never get what I most need and desire, which is a love that cannot be earned, but that is freely given. Thus, my return is my willingness to renounce such thoughts and to choose to live more and more from my true identity as a cherished child of God. (Henri Nouwen)

Kembali Percaya

Dalam hidup pribadiku, aku sungguh mengetahui betapa sulit bagiku untuk percaya bahwa aku dicintai dan percaya bahwa kedekatan yang seringkali aku dambakan ada bagiku. Aku sering hidup mencari cinta, melakukan sesuatu yang sia-sia dan kemudian mengharapkan sesuatu sebagai timbal balik. Sikap ini menyentuh semua pertanyaan yang disebutkan dalam kehidupan spiritual, "Cinta pertama". Benarkah aku percaya bahwa aku terlebih dahulu dicintai, bebas dari apa yang kulakukan atau apa yang kucapai? Hal ini adalah pertanyaan penting karena sepanjang aku berpikir bahwa aku perlu mencari dan mengumpulkan dengan kerja keras, aku tidak pernah mendapatkan apa yang kuperlukan dan inginkan, dimana cinta itu tidak dapat dicari, tetapi secara bebas telah diberikan. Yang perlu kulakukan adalah meninggalkan pemikiran itu dan memilih untuk hidup lebih ke arah identitas asliku sebagai anak yang dikasihi Allah. (Henri Nouwen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar