"There was a rich man who used to dress in purple and fine linen and feast magnificently every day. And at his gate there lay a poor man called Lazarus, covered with sores, who longed to fill himself with the scraps that fell from the rich man's table." (Luke 16)
The elder (the elder brother in the parable of the Prodigal) is not free in his relationship with the father because he is bound by resentment. Resentment is probably one of the most pervasive evils of our time. It is something that is very real, very pernicious and very, very destructive. ... each of us might examine how our lives and relationships are wounded because of unresolved resentments buried in our hearts. (Henri Nouwen)
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. " (Luk 16:19-21a)
Anak sulung (dalam kisah 'Anak Hilang') tidak bebas dalam hubungannya dengan ayahnya karena ia terikat pada kemarahan. Kemarahan mungkin salah satu kebusukan yang menembus usia kita. Hal ini sangat nyata, sangat merusak dan sangat, sangat menghancurkan ... kita semua mungkin mengalami bagaimana hidup dan relasi kita terluka karena kemarahan tak terselesaikan membakar hati kita. (Henri Nouwen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar