Kamis, 31 Maret 2011
Meditasi 22
There is no human being who hasn't experienced from an early age the fears of those around him or her. Fear and insecurity have touched our lives. But the spiritual life is to discover that there is safety for us. The womb of God is our safe and sacred dwelling place. This is where we can return again and again. (Henri Nouwen)
"Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. (Luk 11:17)
Tidak ada manusia yang tidak pernah mengalami ketakutan di awal pada hal-hal di sekelilingnya. Ketakutan dan ketidak nyamanan telah menyentuh hidup kita. Tetapi kehidupan spiritual adalah menemukan bahwa ada keselamatan bagi kita. Rahim Allah adalah tempat tinggal kita yang aman dan kudus. Di sinilah kita dapat kembali lagi dan lagi. (Henri Nouwen)
Rabu, 30 Maret 2011
Meditasi 21
In our lives there are moments when we realize that, even if we may have done everything to destroy ourselves, we have never lost our true identity as beloved daughters or sons. That identity is never taken away. And that moment of realization is a very, very important moment. (Henri Nouwen)
Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. (Ul. 4:9a)
Dalam hidup kita ada saat ketika kita menyadari bahwa bahkan jika kita telah melakukan segala sesuatu untuk menghancurkan diri kita, kita tidak pernah kehilangan identitas sejati kita sebagai anak yang dikasihi Allah. Identitas ini tidak pernah tercabut, dan saat menyadarinya adalah saat yang sangat penting. (Henri Nouwen)
Selasa, 29 Maret 2011
Meditasi 20
"Lord make me know your ways. Lord teach me your paths." (Psalm 24)
Once we approach intimacy with God dwelling within, and once we accept others and ourselves as we are, we may begin to speak about 'happy guilt' or happy brokenness'. The inner struggle is no longer such a burden but a way to truth, to light and to life. How is it possible to be children of God, embraced by Divine Love and allowed into intimacy with the Creator of the Universe if God hadn't already welcomed us with compassion, just as we are?
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)
Begitu kita mengalami kedekatan dengan Allah di dalam kita dan begitu kita menerima orang lain dan diri sendiri sebagaimana adanya, kita mulai bicara mengenai 'bersalah yang berbahagia' atau 'keterpecahan yang berbahagia'.
Perjuangan batin tidaklagi sebagai batasan melainkan suatu jalan menuju kebenaran, terang dan kehidupan.
Bagaimana mungkin menjadi anak Allah, dinaungi Kasih Ilahi dan diterima masuk dalam kebersamaan dengan Pencipta Semesta jika Tuhan tidak lebih dulu mengasihi kita, sebagaimana adanya kita?
Senin, 28 Maret 2011
Meditasi 19
"Jesus came to Nazara and spoke to the people in the synagogue: I tell you solemnly no prophet is ever accepted in his own country." (Luke 4)
The world needs witnesses, prophets, teachers, lovers. The human family needs people who claim God within them, and speak out by living lives of hope and compassion. (Henri Nouwen)
Yesus datang ke Nazaret dan berbicara di depan orang-orang dalam Sinagoga : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya." (Luk 4:24)
Dunia membutuhkan saksi, nabi, guru, pencinta. Keluarga membutuhkan orang yang menyatakan Allah di dalam mereka dan berbicara dengan menghidupkan hidup dalam harapan dan cinta kasih. (Henri Nouwen)
Minggu, 27 Maret 2011
Minggu Ketiga Prapaskah 2011
In my own life I well know how hard it is for me to trust that I am loved, and to trust that the intimacy I most crave is there for me. I most often live as if I have to earn love, do something noteworthy, and then perhaps I might get something in return. This attitude touches the whole question of what is called in the spiritual life, the "first love." Do I really believe that I am loved first, independent of what I do or what I accomplish? This is an important question because as long as I think that what I most need I have to earn, deserve and collect by hard work, I will never get what I most need and desire, which is a love that cannot be earned, but that is freely given. Thus, my return is my willingness to renounce such thoughts and to choose to live more and more from my true identity as a cherished child of God. (Henri Nouwen)
Kembali Percaya
Dalam hidup pribadiku, aku sungguh mengetahui betapa sulit bagiku untuk percaya bahwa aku dicintai dan percaya bahwa kedekatan yang seringkali aku dambakan ada bagiku. Aku sering hidup mencari cinta, melakukan sesuatu yang sia-sia dan kemudian mengharapkan sesuatu sebagai timbal balik. Sikap ini menyentuh semua pertanyaan yang disebutkan dalam kehidupan spiritual, "Cinta pertama". Benarkah aku percaya bahwa aku terlebih dahulu dicintai, bebas dari apa yang kulakukan atau apa yang kucapai? Hal ini adalah pertanyaan penting karena sepanjang aku berpikir bahwa aku perlu mencari dan mengumpulkan dengan kerja keras, aku tidak pernah mendapatkan apa yang kuperlukan dan inginkan, dimana cinta itu tidak dapat dicari, tetapi secara bebas telah diberikan. Yang perlu kulakukan adalah meninggalkan pemikiran itu dan memilih untuk hidup lebih ke arah identitas asliku sebagai anak yang dikasihi Allah. (Henri Nouwen)
Meditasi 18
As a beloved child of God, you are unlike any other person. You are a unique daughter of God, a unique son of God. By living your life as a child of God you have a unique statement to make and I encourage you to make it. (Henri Nouwen)
"Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." (Yoh. 4:10)
Sebagai anak yang dikasihi Allah, kita tidak seperti orang lain. Kita adalah anak Allah yang unik. Dengan hidup seperti anak Allah kita memiliki pernyataan unik untuk dibuat dan saya mendorongmu untuk membuatnya. (Henri Nouwen)
Sabtu, 26 Maret 2011
Meditasi 17
(In the parable of the prodigal) I want you to know that you are the younger child, you are the older child, and you are called to become the parent who loves unconditionally. There is a younger child in you that needs conversion, and there is an older child in you that needs conversion. There is also a parent in you that needs to emerge so that you can welcome all those who 'return' to you day after day. (Henri Nouwen)
Kata ayahnya kepadanya: "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." (Luk 15:31-32)
(Dalam perumpamaan si Anak Hilang). Saya ingin dirimu tahu bahwa engkau adalah si anak bungsu, engkau adalah si anak sulung dan engkau dipanggil untuk menjadi orangtua yang mencintai tanpa pamrih. Ada anak bungsu di dalammu yang membutuhkan perubahan, ada anak sulung dalam dirimu yang membutuhkan perubahan. Ada juga orangtua dalammu yang perlu dimunculkan sehingga engkau dapat menerima dengan tangan terbuka semua yang 'kembali' kepadamu hari demi hari. (Henri Nouwen)
Jumat, 25 Maret 2011
Meditasi 16
The problem with resentment is that it is not so clear-cut. It's not spectacular and it is not overt, and it can be concealed by the appearance of a holy life. Resentment is so pernicious because it sits very deep within us; in our hearts, in our flesh, in our bones. Often we aren't even aware that it is there. (Henri Nouwen)
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (Kej. 37:3-4)
Masalah dengan kebencian tidak jelas, tidak spektakuler dan tidak terbuka, dan dapat tersembunyi dari hidup yang kudus. Kebencian begitu jahat karena terletak jauh di dalam kita, dalam daging dan tulang kita. Seringkali kita tidak menyadari keberadaannya di dalam kita. (Henri Nouwen)
Kamis, 24 Maret 2011
Meditasi 16
The elder (the elder brother in the parable of the Prodigal) is not free in his relationship with the father because he is bound by resentment. Resentment is probably one of the most pervasive evils of our time. It is something that is very real, very pernicious and very, very destructive. ... each of us might examine how our lives and relationships are wounded because of unresolved resentments buried in our hearts. (Henri Nouwen)
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. " (Luk 16:19-21a)
Anak sulung (dalam kisah 'Anak Hilang') tidak bebas dalam hubungannya dengan ayahnya karena ia terikat pada kemarahan. Kemarahan mungkin salah satu kebusukan yang menembus usia kita. Hal ini sangat nyata, sangat merusak dan sangat, sangat menghancurkan ... kita semua mungkin mengalami bagaimana hidup dan relasi kita terluka karena kemarahan tak terselesaikan membakar hati kita. (Henri Nouwen)
Meditasi 15
Perfect love is the love of a God who is not needy, who doesn't cling to us, who leaves us free to love as we decide, and who gives love freely. This love of God for you will gradually - sometimes even suddenly - just dissipate your fears. (Henri Nouwen)
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mat 20:28)
Cinta sejati adalah cinta dari Allah yang tidak menuntut, tidak menggantungkan diri, yang membiarkan kita bebas untuk menentukan, dan yang memberi cinta tanpa pamrih. Kasih Allah untuk kita ini akan bertahap - terkadang tiba-tiba juga - menghilangkan takut kita. (Henri Nouwen)
Selasa, 22 Maret 2011
Meditasi 14
"Hear the word of the Lord...'Wash, make yourselves clean...cease to do evil, learn to do good, search for justice, help the oppressed, be just to the orphan, plead for the widow.'" (Isaiah 1)
Discipline follows from being a disciple. It is our effort to do as our Master does. Jesus gave space for the Father to give him what he needed. When you and I are fearful and anxious, we want to take control of our lives...When we follow Jesus we practice a discipline that gives space to let the Father touch us, forgive us and receive us. (Henri Nouwen)
Dengarlah Firman Tuhan ... "Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!" (Yes 1:16-17)
Disiplin berarti menjadi murid (disciple). Inilah usaha kita untuk melakukan apa yang dilakukan Sang Guru. Yesus memberi ruang bagi Bapa untuk memberi apa yang diperlukan-Nya. ketika kita ketakutan dan cemas, kita ingin mengontrol hidup kita ... ketika kita mengikuti Yesus, kita melakukan suatu kedisplinan untuk memberi ruang bagi Tuhan menyentuh kita, mengampuni dan menerima kita. (Henri Nouwen)
Senin, 21 Maret 2011
Meditasi 13
When you look at the world from the heart of God you can see anew the enormous love that God has for us. We are God's people. You can also see the enormous suffering of people who don't know who they are. Looking from the heart of God inspires deep solidarity in us. We recognize and feel and sympathize; our hearts are filled with immense compassion. (Henri Nouwen)
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. (Luk 6:36-37)
Ketika kita melihat dunia dari hati Allah, kita akan melihat besarnya Kasih Allah kepada kita. Kita adalah anak-anak Allah. Kita dapat juga melihat besarnya penderitaan orang-orang yang tidak tahu siapakah mereka itu. Melihat dari hati Allah mengilhami solidaritas mendalam dari kita. Kita menyadari, merasakan dan bersimpati. Hati kita dipenuhi oleh belas kasih yang besar. (Henri Nouwen)
Minggu, 20 Maret 2011
Meditasi 12
If you are anxious and nervous and tense and upset, you don't listen because your anxiety allows you no space to listen. You can't receive the voice of God that assures us, 'You are with me always, and all I have is yours'. Let us try to give time and space to that amazing voice, speaking in our hearts. Listening is creating the space in which you can hear the voice that says, 'You are my beloved son, you are my beloved daughter, you are special to me. All that is mine is yours. (Henri Nouwen)
"Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Mat 17:5b)
Jika kita cemas, gugup, tegang dan marah, kita tidak mendengarkan sebab kecemasan kita tidak memberi kesempatan untuk mendengarkan. Kita tidak dapat menerima suara Tuhan yang meyakinkan kita, "Aku menyertaimu selalu dan apa yang ada pada-Ku adalah milikmu". Marilah kita mencoba memberi waktu dan ruang bagi suara yang mengagumkan itu, berkata dalam hati kita. Mendengarkan adalah menciptakan ruang dimana kita dapat mendengar suara yang berkata : "Engkaulah anak yang kukasihi, Engkau berarti bagi-Ku. Semua milik-Ku adalah milikmu". (Henri Nouwen)
Minggu Kedua Prapaskah 2011
The Gospels are filled with examples of God's presence in the word. Personally, I am always touched by the story of Jesus in the synagogue of Nazareth. There he read from Isaiah:
The Spirit of the Lord is on me,
for he has anointed me
to bring good news to the afflicted.
He has sent me to proclaim liberty to captives,
sight to the blind,
to let the oppressed go free,
to proclaim a year of favor from the Lord.
(Luke 4:18-19)
After having read these words, Jesus said, "This text is being fulfilled today even while you are listening." Suddenly, it becomes clear that the afflicted, the captives, the blind, and the oppressed are not people somewhere outside of the synagogue who, someday, will be liberated; they are the people who are listening. And it is in the listening that God becomes present and heals.
The Word of God is not a word to apply in our daily lives at some later date; it is a word to heal us through, and in, our listening here and now.
The questions therefore are: How does God come to me as I listen to the word? Where do I discern the healing hand of God touching me through the word? How are my sadness, my grief, and my mourning being transformed at this very moment? Do I sense the fire of God's love purifying my heart and giving me new life? These questions lead me to the sacrament of the word, the sacred place of God's real presence.
Henri Nouwen
Merasakan Kehadiran
Injil penuh dengan tanda kehadiran Allah dalam kata-katanya. Secara pribadi, saya selalu tersentuh dengan kisah Yesus di Sinagoga. Di sana Ia membaca kitab Yesaya :
"Roh Tuhan ada pada-Ku,
oleh sebab Ia telah mengurapi Aku,
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;
dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
dan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk membebaskan orang-orang yang tertindas,
untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
(Luk 4:18-19)
Setelah membaca ayat tersebut, Yesus berkata : "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Tiba-tiba menjadi jelas bahwa orang-orang miskin, orang-orang tertawan, orang-orang buta dan orang-orang tertindas bukanlah orang-orang di luar sinagoga yang suatu hari akan terbebaskan. Mereka adalah orang-orang yang mendengar, mendengar bahwa Allah datang dan menyembuhkan.
Sabda Allah bukanlah kata-kata yang akan terjadi dalam hidup sehari-hari kita kelak, melainkan Sabda yang menyembuhkan sekarang, saat ini dan di sini.
Pertanyaannya adalah : BagaimanaAllah hadir seperti yang kita dengarkan? Di mana kita melihat Tangan Penyembuh Allah menyentuh kita melalui Sabda? Bagaimana kesedihan, ratapan, dan keluhan kita diubah saat ini? Apakah kita merasakan Api Kasih Allah memurnikan hati kita dan memberi hidup yang baru? Pertanyaan ini membawa kita ke dalam Sabda, tempat suci kehadiran Allah.
Henri Nouwen
Sabtu, 19 Maret 2011
Meditasi 11
One of the core messages of the Gospel is, 'Love your enemies'. When we're dealing with our own needs, anxieties and fears, we tend to divide the world into enemies and friends. But God showers the rain over the bad as well as over the good. God doesn't need to divide the world into those for and those against God because God loves everyone uniquely and unconditionally. (Henri Nouwen)
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat 5:43-44)
Salah satu inti pesan di dalam Injil adalah "Kasihilah musuhmu". Ketika kita berhadapan dengan kebutuhan, kecemasan, dan ketakutan kita, kita cenderung membagi dunia menjadi musuh dan teman. Tetapi Tuhan mencurahkan hujan kepada orang jahat juga selain orang baik. Tuhan tidak perlu membagi dunia antara yang memihak dan melawan-Nya karena Tuhan mengasihi setiap orang secara pribadi dan tanpa syarat. (Henri Nouwen)
Jumat, 18 Maret 2011
Meditasi 10
...there is a ...loneliness. God is calling you to deep, personal intimacy, an intimacy that is wonderful and very demanding. God asks you to let go of many things...you must live it with trust, standing tall. You must try to say, 'Yes, I am lonely, but this particular loneliness sets me on the road to intimacy with God'. (Henri Nouwen)
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Mat 5:23-24)
... kesunyian ... Allah memanggil kita ke dalam kedekatan pribadi yang dalam, suatu kedekatan yang indah dan dirindukan. Allah meminta kita untuk meninggalkan segalanya, kita mesti hidup teguh dan percaya. Kita mesti mencoba berkata "Ya, saya sendiri, tetapi kesendirian ini membimbing ke jalan kedekatan dengan Allah. (Henri Nouwen)
Kamis, 17 Maret 2011
Meditasi 9
Let us try to see the pain of our human and spiritual journey 'from above'. The great art is to gradually trust that life's interruptions are the places where God is moulding you into the person you are called to be. (Henri Nouwen)
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka" (Mat 7:12a)
Marilah kita mencoba melihat kepedihan perjalanan manusiawi dan spiritual kita 'dari atas'. Suatu karya agung yang perlu secara bertahap diyakini bahwa interupsi hidup adalah tempat dimana Tuhan membentuk kita menjadi seseorang yang dikehendaki-Nya. (Henri Nouwen)
Rabu, 16 Maret 2011
Meditasi 8
Have a sense of compassion for your own journey, for your own leaving and returning; a sense of, 'yes, yes, I'm loved when I take a risk. I'm loved even when I make a mistake because somehow, it's an expression of my desire to claim myself. I did it in a wrong way, but I didn't have any other way to do it at that moment'....Our God awaits us with compassion and tenderness. (Henri Nouwen)
... hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19b)
Memiliki rasa belas kasih untuk perjalanan kita sendiri, untuk kepergian dan kepulangan kita, memiliki rasa 'ya, ya ... aku dicintai ketika aku mengambil resiko, aku dicintai ketika aku suatu kali entah mengapa melakukan kesalahan , inilah ekspresi dari keinginanku untuk membela diriku. Saya telah melakukan kesalahan, tetapi saya tidak memiliki cara lain untuk melakukannya waktu itu' ... Allah menanti kita dengan lembut dan penuh belas kasih. (Henri Nouwen)
Selasa, 15 Maret 2011
Meditasi 7
The love of the Father embraces not just the return of the son but also the leaving of his child...In a very deep way we are, in our lives, often leaving and returning. This isn't just a one-time event; it's an ongoing experience. Today, get in touch with your own leavings and returnings. I believe that in a very deep sense, one has to be convinced of God's love in order to take the risk of leaving once in a while...It's important to understand that God's love fills you and surrounds you whether you are leaving or returning, and that God waits with longing to welcome you on your return. (Henri Nouwen)
... Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat 6:8)
Kasih Bapa tidak hanya ketika anaknya pulang kembali tetapi juga ketika anak meninggalkan Bapanya. Dalam batin yg terdalam, seringkali kita pergi dan pulang. Tidak hanya sekali tetapi pengalaman berulang. Saat ini, rasakan kembali kepergian dan kepulangan kita. Saya percaya bahwa dalam batin yang terdalam, seseorang akan yakin pada Kasih Allah jika dia mengalami kepergian sesekali. Hal yang sangat penting untuk memahami bahwa Kasih Allah merengkuh kita, baik ketika kita meninggalkan-Nya maupun ketika kita kembali dan bahwa Allah menanti dengan penuh kerinduan serta menyambut kepulangan kita kembali kepada-Nya. (Henri Nouwen)
Senin, 14 Maret 2011
Meditasi 6
Come, you whom my father has blessed...I was hungry and you gave me food; I was thirsty and you gave me drink; I was a stranger and you made me welcome; naked and you clothed me, sick and you visited me, in prison and you came to see me. (Matthew)
All our struggles in relationships are connected with what I like to call the relationship between the 'first love' and the 'second love'. The first love is from God, who loved us before we were born. The second love is from our parents, brothers, sisters, and friends, and it is only a reflection of that first love. Sometimes we expect from the second love what only the first love can give. Then we experience anguish. My personal struggle has always been that I expected a first love from someone who could only give a second love. (Henri Nouwen)
Kasihilah sesamamu seperti mengasihi dirimu sendiri (bdk Im 19:34a)
Mari kamu yang diberkati oleh BapaKU ... ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (Matius 25:34-36)
Pergumulan kita dalam membina relasi terkait dengan apa yang kita sebut sebagai 'cinta pertama' dan 'cinta kedua'. Cinta pertama datang dari Allah yang mencintai kita sebelum kita dilahirkan. Cinta kedua dari orang tua, saudara dan sahabat kita, dan hanyalah pantulan dari cinta pertama. Terkadang kita mengharapkan cinta kedua pun seperti cinta pertama, dan mengalami kekecewaan. Pergumulan yang ada masihlah mengharapkan cinta pertama dari orang lain yang hanya mampu memberi cinta kedua. (Henri Nouwen)
Minggu, 13 Maret 2011
Minggu Pertama Prapaskah 2011
Lent offers a beautiful opportunity to discover the mystery of Christ within us. It is a gentle but also demanding time. It is a time of solitude but also community, it is a time of listening to the voice within, but also a time of paying attention to other people's needs. It is a time to continuously make the passage to new inner life as well as to life with those around us.
When we live Lent attentively and gently, then Easter can truly be a celebration during which the full proclamation of the risen Christ will reverberate into the deepest place of our being.
Henri Nouwen
Prapaskah adalah waktu paling penting sepanjang tahun untuk memelihara kehidupan batin kita. Inilah waktu tidak hanya untuk mempersiapkan diri merayakan misteri wafat dan kebangkitan Yesus, tetapi juga kematian dan kebangkitan terus menerus dalam diri kita. Hidup adalah proses berkelanjutan dari kematian sesuatu yg melekat dan dilahirkan kembali dalam harapan baru, kepercayaan baru, dan cinta baru. Wafat dan kebangkitan Yesus tidak hanya peristiwa sejarah yang terjadi dahulu kala, tetapi suatu peristiwa batin yang terjadi di dalam hati kita ketika kita memberi perhatian untuk itu.
Prapaskah menawarkan kesempatan untuk indah untuk menemukan misteri Kristus di dalam diri kita. Saat lembut tetapi juga menuntut. Saat keheningan sekaligus kebersamaan, saat mendengarkan suara di dalam batin tetapi juga saat untuk memberi perhatian kepada kebutuhan orang lain. Saat untuk membangun hidup batin sekaligus juga kehidupan yang baru dengan orang-orang di sekitar kita.
Jika kita menghidupi Prapaskah dengan sungguh dan penuh perhatian, maka Paskah dapat menjadi perayaan dimana pengakuan kebangkitan Krsitus akan bergema dari lubuk terdalam keberadaan kita.
Meditasi 5
Jesus' three temptations in the desert were about choosing 'upward mobility'. Be relevant: do something the world will praise you for like making bread out of stones. Be spectacular: jump from the tower so that everybody can see you as someone so influential, so important. Be powerful: kneel before me and I will give you dominion over everyone and everything. But, Jesus said, 'No'. Because Jesus knew that God's way is not to be relevant, or spectacular, or powerful. God's way is downward. 'Blessed are the humble. Blessed are the poor of heart. Blessed are the meek. Blessed are the peacemakers'. (Henri Nouwen)
"Hati yang murni ciptakanlah bagiku, ya Allah, dan batin yang teguh baharuilah dalam diriku" (bdk. Mzm 51:12)
Tiga godaan terhadap Yesus di gurun adalah tentang memilih 'pergerakan ke atas'.
- Menjadi relevan : melakukan sesuatu sehingga dunia akan memuji seperti membuat roti dari batu.
- Menjadi spektakuler : melompat dari menara sehingga setiap orang dapat melihat kita sebagai seseorang yang berpengaruh, begitu penting.
- Menjadi berkuasa : berlututlah padaku dan aku akan memberimu kerajaan di atas segalanya.
Sabtu, 12 Maret 2011
Meditasi 4
The real challenge is to allow yourself to be forgiven, to be healed, to be given something. To truly believe God yearns to wipe away all your guilt and shame and give you a new heart and new spirit, is a test of love. (Henri Nouwen)
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat." (Luk 5:31b-32a)
Tantangan sesungguhnya bagi kita adalah membiarkan diri diampuni, disembuhkan dan diberi sesuatu. Suatu ujian cinta bagi kita untuk benar-benar percaya bahwa Tuhan sungguh rindu menghapus semua rasa bersalah dan malu kita dan memberi kita hati yang baru dan semangat baru (Henri Nouwen)
Meditasi 3
In the light of Divine Love, we are encouraged to enter into our deepest hearts, often hidden even to ourselves. There we actually touch God's light and discover more and more our desire for that presence within. It's where we experience God saying, 'I love you so deeply. I want to be present to you in all your 'lost' places so you will know not just your lostness but also in how many places I long to find you'. (Henri Nouwen)
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! (Yesaya 58:9a)
Dalam Terang Kasih Ilahi, kita disemangati untuk memasuki batin yang paling dalam, yang sering kita hindari. Di sana kita disentuh oleh cahaya Allah dan menyadari segala kerinduan akan keberadaan di dalamnya. Di sanalah kita mengalami bahwa Allah berkata : "Aku sungguh mengasihimu dan Aku ingin mengisi kekosonganmu sehingga engkau tahu bukan hanya dalam kekosonganmu tetapi juga di mana pun Aku rindu menyertaimu". (Henri Nouwen)
Meditasi 2
The original blessing, the unconditional love of God, was present in God's mind and heart long before our conception. It touches us from before our beginnings until after our deaths. It embraces us forever.... Like Jesus we are taken, blest, broken and given, because like Jesus we are beloved sons and daughters from our very beginning. (Henri Nouwen)
Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu (Ul. 30:19b-20a)
Berkat yang sesungguhnya, Kasih tanpa syarat dari Allah, telah ada dalam pikiran dan hati Allah jauh sebelum kita dijadikan. Hal ini menyentuh kita sebelum kita dilahirkan sampai setelah kematian kita. Menyertai kita selamanya ... seperti Yesus, kita diambil, diberkati, dipecahkan dan dibagikan, karena seperti Yesus, kita adalah anak-anak terkasih sejak awal mula kita. (Henri Nouwen)
Meditasi 1
We only know that we're in darkness when we come into the light of God's love. It is only in the light, in the fullness of the sun, that we know there is a shadow. (Henri Nouwen)
Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (Yoel 2:12-13)
Yang kita tahu hanyalah bahwa kita berada dalam kegelapan ketika kita masuk ke dalam Terang Kasih Allah. Hanya dalam cahaya, dalam kepenuhan mentari, kita mengetahui adanya bayangan (Henri Nouwen)
Doa Prapaskah

Ash Wednesday, March 9, 2011
The Lenten season begins. It is a time to be with you, Lord, in a special way, a time to pray, to fast, and thus to follow you on your way to Jerusalem, to Golgotha, and to the final victory over death.
I am still so divided. I truly want to follow you, but I also want to follow my own desires and lend an ear to the voices that speak about prestige, success, pleasure, power, and influence. Help me to become deaf to these voices and more attentive to your voice, which calls me to choose the narrow road to life.
I know that Lent is going to be a very hard time for me. The choice for your way has to be made every moment of my life. I have to choose thoughts that are your thoughts, words that are your words, and actions that are your actions. There are not times or places without choices. And I know how deeply I resist choosing you.
Please, Lord, be with me at every moment and in every place. Give me the strength and the courage to live this season faithfully, so that, when Easter comes, I will be able to taste with joy the new life that you have prepared for me.
Amen.
Henri Nouwen
Rabu Abu, 9 Maret 2011
Masa Prapaskah sudah tiba. Inilah waktu bersama-Mu Tuhan, dalam cara yg khusus, waktu untuk berdoa, berpuasa dan mengikuti-Mu menuju Yerusalem, Golgota dan kemenangan akan maut.
Aku masih ragu. Aku sungguh ingin mengikuti-Mu, tetapi aku juga ingin mengikuti keinginanku dan mendengarkan panggilan mengenai kedudukan, kesuksesan, kenikmatan, kekuasaan, dan pengaruh. Tolong aku untuk menulikan telingaku dari suara-suara ini dan lebih memperhatikan suara-Mu yang memanggilku melalui jalan sempit kehidupan.
Aku tahu bahwa Prapaskah akan menjadi waktu yg sangat sulit bagiku. Memilih jalan-Mu harus dibuat dalam setiap momen hidupku. Aku harus memilih pikiran yang merupakan pikiran-Mu, kata yang merupakan kata-Mu, tindakan yang merupakan tindakan-Mu. Tak ada tempat dan waktu tanpa pilihan, dan aku tahu betapa sulitnya aku memilih-Mu.
Tuhan, sertai aku di setiap waktu dan tempat. Beri aku kekuatan dan keberanian untuk hidup dalam masa prapaskah ini dengan setia sehingga ketika Paskah tiba, aku dapat merasakan kebahagiaan hidup baru yang telah Kaupersiapkan bagiku.
Amin