Selasa, 29 Maret 2011

Meditasi 20

"Lord make me know your ways. Lord teach me your paths." (Psalm 24)


Once we approach intimacy with God dwelling within, and once we accept others and ourselves as we are, we may begin to speak about 'happy guilt' or happy brokenness'. The inner struggle is no longer such a burden but a way to truth, to light and to life. How is it possible to be children of God, embraced by Divine Love and allowed into intimacy with the Creator of the Universe if God hadn't already welcomed us with compassion, just as we are?

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

Begitu kita mengalami kedekatan dengan Allah di dalam kita dan begitu kita menerima orang lain dan diri sendiri sebagaimana adanya, kita mulai bicara mengenai 'bersalah yang berbahagia' atau 'keterpecahan yang berbahagia'.
Perjuangan batin tidaklagi sebagai batasan melainkan suatu jalan menuju kebenaran, terang dan kehidupan.
Bagaimana mungkin menjadi anak Allah, dinaungi Kasih Ilahi dan diterima masuk dalam kebersamaan dengan Pencipta Semesta jika Tuhan tidak lebih dulu mengasihi kita, sebagaimana adanya kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar