Senin, 14 Maret 2011

Meditasi 6

You must love your neighbour as yourself. (Leviticus 19)
Come, you whom my father has blessed...I was hungry and you gave me food; I was thirsty and you gave me drink; I was a stranger and you made me welcome; naked and you clothed me, sick and you visited me, in prison and you came to see me. (Matthew)

All our struggles in relationships are connected with what I like to call the relationship between the 'first love' and the 'second love'. The first love is from God, who loved us before we were born. The second love is from our parents, brothers, sisters, and friends, and it is only a reflection of that first love. Sometimes we expect from the second love what only the first love can give. Then we experience anguish. My personal struggle has always been that I expected a first love from someone who could only give a second love. (Henri Nouwen)

Kasihilah sesamamu seperti mengasihi dirimu sendiri (bdk Im 19:34a)
Mari kamu yang diberkati oleh BapaKU ... ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (Matius 25:34-36)

Pergumulan kita dalam membina relasi terkait dengan apa yang kita sebut sebagai 'cinta pertama' dan 'cinta kedua'. Cinta pertama datang dari Allah yang mencintai kita sebelum kita dilahirkan. Cinta kedua dari orang tua, saudara dan sahabat kita, dan hanyalah pantulan dari cinta pertama. Terkadang kita mengharapkan cinta kedua pun seperti cinta pertama, dan mengalami kekecewaan. Pergumulan yang ada masihlah mengharapkan cinta pertama dari orang lain yang hanya mampu memberi cinta kedua. (Henri Nouwen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar