Two of the disciples of Jesus were on their way to a village called Emmaus... Jesus himself came up and walked by their side; but something prevented them from recognizing him... But while he was with them at table he took bread and said the blessing; ...and their eyes were opened and the recognized him. ...They said to each other 'did not our hearts burn within us as he talked to us...?'. (Luke 24)
The resurrection stories reveal the always-present tension between coming and leaving, intimacy and distance, holding and letting go, at-homeness and mission, presence and absence. We face that tension every day. It puts us on the journey to the full realization of the promise given to us. (Henri Nouwen)
Dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus ... Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia ... Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia ... Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita ... ? (Luk 24:13-32)
Kisah kebangkitan mengungkapkan tegangan yang selalu hadir antara kedatangan dan kepergian, kedekatan dan jarak, memegang dan melepaskan, di rumah dan bermisi, kehadiran dan ketidakhadiran. Kita menghadapi tegangan ini setiap hari. Hal ini membawa kita pada perjalanan menuju realisasi penuh akan janji yang diberikan kepada kita (Henri Nouwen)
Rabu, 27 April 2011
Selasa, 26 April 2011
Meditasi 45
Jesus said to Mary, 'Woman, why are you weeping? Who are you looking for?'...Then Jesus said, 'Mary!'. She knew him then...
Absence and presence are touching each other. The old Jesus is gone. They can no longer be with him as before. The new Jesus, the risen Lord, is there, intimately, more intimately than ever. It is an empowering presence. 'Do not cling to me...but go...and tell'. (Henri Nouwen)
Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. (Yoh 20:15-16)
Ketidakhadiran dan kehadiran bersentuhan satu sama lain. Yesus yg lama telah pergi. Mereka tidak lagi bersama dengan-Nya seperti sebelumnya. Yesus baru, Allah yang bangkit, ada di situ, dekat, lebih dekat daripada sebelumnya. Hal ini kehadiran yang memberdayakan. "Jangan lekat pada-Ku ... pergi ... dan wartakan!" (Henri Nouwen)
Absence and presence are touching each other. The old Jesus is gone. They can no longer be with him as before. The new Jesus, the risen Lord, is there, intimately, more intimately than ever. It is an empowering presence. 'Do not cling to me...but go...and tell'. (Henri Nouwen)
Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. (Yoh 20:15-16)
Ketidakhadiran dan kehadiran bersentuhan satu sama lain. Yesus yg lama telah pergi. Mereka tidak lagi bersama dengan-Nya seperti sebelumnya. Yesus baru, Allah yang bangkit, ada di situ, dekat, lebih dekat daripada sebelumnya. Hal ini kehadiran yang memberdayakan. "Jangan lekat pada-Ku ... pergi ... dan wartakan!" (Henri Nouwen)
Senin, 25 April 2011
Meditasi 44
Filled with awe and great joy the women came quickly away from the tomb and ran to tell the disciples. And there, coming to meet them was Jesus. (Matthew 20)
Today I was thinking how nobody recognizes Jesus immediately. They think he is the gardener, a stranger, or a ghost. But when the familiar gesture is there again - breaking bread, inviting the disciples to try for another catch, calling them by name - his friends know that he is there with them. (Henri Nouwen)
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka (Mat 28:8-9a)
Hari ini aku menyadari bahwa tak ada orang yang mengenali Yesus dengan segera. Mereka berpikir Ia adalah tukang kebun, orang asing, hantu. Tetapi ketika gerakan yang dikenal timbul kembali, -- memecahkan roti, mengajak murid-murid untuk saling menyapa, memanggil dengan nama mereka - teman-teman-Nya tahu bahwa Ia ada di sana dengan mereka. (Henri Nouwen)
Today I was thinking how nobody recognizes Jesus immediately. They think he is the gardener, a stranger, or a ghost. But when the familiar gesture is there again - breaking bread, inviting the disciples to try for another catch, calling them by name - his friends know that he is there with them. (Henri Nouwen)
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka (Mat 28:8-9a)
Hari ini aku menyadari bahwa tak ada orang yang mengenali Yesus dengan segera. Mereka berpikir Ia adalah tukang kebun, orang asing, hantu. Tetapi ketika gerakan yang dikenal timbul kembali, -- memecahkan roti, mengajak murid-murid untuk saling menyapa, memanggil dengan nama mereka - teman-teman-Nya tahu bahwa Ia ada di sana dengan mereka. (Henri Nouwen)
Minggu, 24 April 2011
Minggu Paskah
Rays of Hope
Dear Lord, risen Lord, light of the world, to you be all praise and glory! This day, so full of your presence, your joy, your peace, is indeed your day.
I just returned from a walk through the dark woods. It was cool and windy, but everything spoke of you. Everything: the clouds, the trees, the wet grass, the valley with its distant lights, the sound of the wind. They all spoke of your resurrection; they all made me aware that everything is indeed good. In you all is created good, and by you all creation is renewed and brought to an even greater glory than it possessed at its beginning.
As I walked through the dark woods at the end of this day, full of intimate joy, I heard you call Mary Magdalene by her name and heard how you called from the shore of the lake to your friends to throw out their nets. I also saw you entering the closed room where your disciples were gathered in fear. I saw you appearing on the mountain and at the outskirts of the village. How intimate these events really are. They are like special favors to dear friends. They were not done to impress or overwhelm anyone, but simply to show that your love is stronger than death.
O Lord, I know now that it is in silence, in a quiet moment, in a forgotten corner that you will meet me, call me by name and speak to me a word of peace. It is in my stillest hour that you become the risen Lord to me.
Dear Lord, I am so grateful for all you have given me this past week. Stay with me in the days to come. Bless all who suffer in this world and bring peace to your people, whom you loved so much that you gave your life for them. Amen.
Cahaya Harapan
Ya Tuhan, Tuhan bangkit, terang dunia, segala pujian dan kemuliaan bagi-Mu! Hari ini, begitu penuh kehadiran-Mu, sukacita-Mu, damai-Mu, memanglah hari-Mu.
Aku baru saja kembali dari berjalan melalui hutan gelap. Rasanya dingin dan berangin, tetapi semua berbicara tentangMu. Semuanya: awan, pohon-pohon, rumput basah, lembah dengan lampu jauh nya, suara angin. Mereka semua berbicara tentang kebangkitan-Mu, mereka semua membuat aku sadar bahwa semuanya memang bagus. Pada-Mu semua diciptakan baik, dan dengan seluruh ciptaan-MU diperbarui dan dibawa ke sebuah kemuliaan yang lebih besar dari yang dimiliki pada awalnya.
Saat aku berjalan menembus hutan gelap pada akhir hari ini, penuh sukacita akrab, aku mendengar Engkau memanggil Maria Magdalena dengan nama dan mendengar bagaimana Engkau memanggil dari tepi danau ke teman-teman-Mu untuk membuang jaring mereka. Aku juga melihat Engkau memasuki ruang tertutup di mana murid-murid-Mu berkumpul dalam ketakutan. Aku melihat Engkau muncul di gunung dan di pinggiran desa. Betapa akrabnya peristiwa itu. Betapa sesuatu yang khusus untuk teman-teman. Betapa semuanya tidak dilakukan untuk mengesankan atau mengalahkan siapa pun, tetapi hanya untuk menunjukkan bahwa cinta-Mu lebih kuat daripada kematian.
Ya Tuhan, aku tahu sekarang bahwa dalam keheningan, di saat-saat tenang, di sudut terlupakan Engkau akan bertemu denganku, memanggilku dengan nama dan berbicara kepadaku kata perdamaian. Masih dalam waktu Engkaulah Tuhan yang telah bangkit bagiku.
Ya Tuhan, aku sangat bersyukur untuk semua yang Kau berikan minggu terakhir ini. Tinggallah bersamaku di masa yang akan datang. Berkati semua orang yang menderita di dunia ini dan bawalah perdamaian kepada umat-Mu, kepada siapa Engkau mencintai sehingga begitu banyak hidup-Mu yang Kauberikan kepada mereka. Amin.
Dear Lord, risen Lord, light of the world, to you be all praise and glory! This day, so full of your presence, your joy, your peace, is indeed your day.
I just returned from a walk through the dark woods. It was cool and windy, but everything spoke of you. Everything: the clouds, the trees, the wet grass, the valley with its distant lights, the sound of the wind. They all spoke of your resurrection; they all made me aware that everything is indeed good. In you all is created good, and by you all creation is renewed and brought to an even greater glory than it possessed at its beginning.
As I walked through the dark woods at the end of this day, full of intimate joy, I heard you call Mary Magdalene by her name and heard how you called from the shore of the lake to your friends to throw out their nets. I also saw you entering the closed room where your disciples were gathered in fear. I saw you appearing on the mountain and at the outskirts of the village. How intimate these events really are. They are like special favors to dear friends. They were not done to impress or overwhelm anyone, but simply to show that your love is stronger than death.
O Lord, I know now that it is in silence, in a quiet moment, in a forgotten corner that you will meet me, call me by name and speak to me a word of peace. It is in my stillest hour that you become the risen Lord to me.
Dear Lord, I am so grateful for all you have given me this past week. Stay with me in the days to come. Bless all who suffer in this world and bring peace to your people, whom you loved so much that you gave your life for them. Amen.
Cahaya Harapan
Ya Tuhan, Tuhan bangkit, terang dunia, segala pujian dan kemuliaan bagi-Mu! Hari ini, begitu penuh kehadiran-Mu, sukacita-Mu, damai-Mu, memanglah hari-Mu.
Aku baru saja kembali dari berjalan melalui hutan gelap. Rasanya dingin dan berangin, tetapi semua berbicara tentangMu. Semuanya: awan, pohon-pohon, rumput basah, lembah dengan lampu jauh nya, suara angin. Mereka semua berbicara tentang kebangkitan-Mu, mereka semua membuat aku sadar bahwa semuanya memang bagus. Pada-Mu semua diciptakan baik, dan dengan seluruh ciptaan-MU diperbarui dan dibawa ke sebuah kemuliaan yang lebih besar dari yang dimiliki pada awalnya.
Saat aku berjalan menembus hutan gelap pada akhir hari ini, penuh sukacita akrab, aku mendengar Engkau memanggil Maria Magdalena dengan nama dan mendengar bagaimana Engkau memanggil dari tepi danau ke teman-teman-Mu untuk membuang jaring mereka. Aku juga melihat Engkau memasuki ruang tertutup di mana murid-murid-Mu berkumpul dalam ketakutan. Aku melihat Engkau muncul di gunung dan di pinggiran desa. Betapa akrabnya peristiwa itu. Betapa sesuatu yang khusus untuk teman-teman. Betapa semuanya tidak dilakukan untuk mengesankan atau mengalahkan siapa pun, tetapi hanya untuk menunjukkan bahwa cinta-Mu lebih kuat daripada kematian.
Ya Tuhan, aku tahu sekarang bahwa dalam keheningan, di saat-saat tenang, di sudut terlupakan Engkau akan bertemu denganku, memanggilku dengan nama dan berbicara kepadaku kata perdamaian. Masih dalam waktu Engkaulah Tuhan yang telah bangkit bagiku.
Ya Tuhan, aku sangat bersyukur untuk semua yang Kau berikan minggu terakhir ini. Tinggallah bersamaku di masa yang akan datang. Berkati semua orang yang menderita di dunia ini dan bawalah perdamaian kepada umat-Mu, kepada siapa Engkau mencintai sehingga begitu banyak hidup-Mu yang Kauberikan kepada mereka. Amin.
Meditasi 43
The other disciple who had reached the tomb first went in; he saw and he believed. Till this moment they had failed to understand the teaching of scripture, that Jesus must rise from the dead. (John 20)
'Christ is risen. He is risen indeed. We joyfully announce it. [And yet] I realize that my faith and unbelief are never far from each other. Maybe it is exactly at the place where they touch each other that the growing edge of my life is. (Henri Nouwen)
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. (Yoh 20:8-9)
Kristus bangkit. Ia sungguh bangkit. Kita dengan gembira mewartakannya. (Dan juga) aku menyadari bahwa kepercayaan dan ketidakpercayaanku tidak pernah berjauhan. Mungkin benar-benar suatu tempat dimana mereka saling bersentuhan dalam sisi hidupku yang berkembang (Henri Nouwen)
'Christ is risen. He is risen indeed. We joyfully announce it. [And yet] I realize that my faith and unbelief are never far from each other. Maybe it is exactly at the place where they touch each other that the growing edge of my life is. (Henri Nouwen)
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. (Yoh 20:8-9)
Kristus bangkit. Ia sungguh bangkit. Kita dengan gembira mewartakannya. (Dan juga) aku menyadari bahwa kepercayaan dan ketidakpercayaanku tidak pernah berjauhan. Mungkin benar-benar suatu tempat dimana mereka saling bersentuhan dalam sisi hidupku yang berkembang (Henri Nouwen)
Sabtu, 23 April 2011
Sabtu Suci
During his life on earth he offered up prayer and entreaty, aloud and in silent tears to the one who had the power to save him out of death...he learnt to obey through suffering; but having been made perfect, he became for all who obey him the source of eternal salvation. (Hebrews 4)
Jesus announces to us: 'Do not be afraid. I dwell in you till the end of time. (Henri Nouwen)
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya (Ibr 5:7-9)
Yesus menyatakan kepada kita: "Jangan takut. Aku tinggal di dalam kamu sampai akhir zaman". (Henri Nouwen)
Jesus announces to us: 'Do not be afraid. I dwell in you till the end of time. (Henri Nouwen)
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya (Ibr 5:7-9)
Yesus menyatakan kepada kita: "Jangan takut. Aku tinggal di dalam kamu sampai akhir zaman". (Henri Nouwen)
Jumat Agung
Like a sapling he grew up in front of us, like a root in arid ground. Without beauty, without majesty (we saw him), no looks to attract our eyes; a thing despised and rejected, a man of sorrows and familiar with suffering, a man to make people screen their faces; he was despised and we took no account of him. And yet, ours were the sufferings he bore, ours the sorrows he carried. (Isaiah 52)
The enormous anguish in the Garden of Gethsemane is the anguish of Jesus who yearns for the love of his friends, but they don't realize it. He longs to give them love but they haven't opened themselves to receive it. This is the enormous anguish of God who is only love...who leaves people free to accept or reject that love. (Henri Nouwen)
Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi -- demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. (Yes 52:14-15)
Penderitaan besar di Taman Getsemani adalah penderitaan Yesus yang merindukan cinta teman-temannya, tetapi mereka tidak menyadarinya. Dia rindu untuk memberikan cinta tapi mereka belum membuka diri untuk menerimanya. Ini adalah penderitaan besar Tuhan yang adalah Kasih ... membiarkan orang bebas untuk menerima atau menolak kasih itu. (Henri Nouwen)
The enormous anguish in the Garden of Gethsemane is the anguish of Jesus who yearns for the love of his friends, but they don't realize it. He longs to give them love but they haven't opened themselves to receive it. This is the enormous anguish of God who is only love...who leaves people free to accept or reject that love. (Henri Nouwen)
Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi -- demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. (Yes 52:14-15)
Penderitaan besar di Taman Getsemani adalah penderitaan Yesus yang merindukan cinta teman-temannya, tetapi mereka tidak menyadarinya. Dia rindu untuk memberikan cinta tapi mereka belum membuka diri untuk menerimanya. Ini adalah penderitaan besar Tuhan yang adalah Kasih ... membiarkan orang bebas untuk menerima atau menolak kasih itu. (Henri Nouwen)
Kamis Putih
It was before the festival of the Passover and Jesus knew that the hour had come ...He had always loved those who were his in the world, but now he showed how perfect his love was...He poured water into a basin and began to wash the disciples' feet. (John 13)
God offers us gifts of forgiveness and mercy, but for some mysterious reason we find these hard to receive. Let's try not to forget the wonder of being able to return again and again to ask for healing. (Henri Nouwen)
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya ... kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh 13:1.5a)
Allah menawarkan kepada kita anugerah pengampunan dan belas kasih, tetapi untuk alasan yang misterius, kita sulit menerimanya. Marilah mencoba untuk mengingat ketakjuban untuk kembali lagi dan lagi untuk meminta penyembuhan. (Henri Nouwen)
God offers us gifts of forgiveness and mercy, but for some mysterious reason we find these hard to receive. Let's try not to forget the wonder of being able to return again and again to ask for healing. (Henri Nouwen)
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya ... kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh 13:1.5a)
Allah menawarkan kepada kita anugerah pengampunan dan belas kasih, tetapi untuk alasan yang misterius, kita sulit menerimanya. Marilah mencoba untuk mengingat ketakjuban untuk kembali lagi dan lagi untuk meminta penyembuhan. (Henri Nouwen)
Rabu, 20 April 2011
Meditasi 42
I offered my back to those who struck me; my cheeks to those who tore at my beard. (Isaiah 50)
The gift of love is a revelation about life that comes from God. You'll see it suddenly multiplying around you. If you give it there's always enough love, enough forgiveness and enough mercy. (Henri Nouwen)
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku (Yes 50:6)
Karunia Cinta adalah Wahyu tentang kehidupan yang berasal dari Allah. Kita akan melihat bahwa cinta ini mendadak berlipat ganda di sekitar kita. Jika kita memberi selalu cukup cinta, cukup pengampunan dan cukup rahmat. (Henri Nouwen)
The gift of love is a revelation about life that comes from God. You'll see it suddenly multiplying around you. If you give it there's always enough love, enough forgiveness and enough mercy. (Henri Nouwen)
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku (Yes 50:6)
Karunia Cinta adalah Wahyu tentang kehidupan yang berasal dari Allah. Kita akan melihat bahwa cinta ini mendadak berlipat ganda di sekitar kita. Jika kita memberi selalu cukup cinta, cukup pengampunan dan cukup rahmat. (Henri Nouwen)
Selasa, 19 April 2011
Meditasi 41
While at supper with his disciples, Jesus was troubled in spirit and declared, 'I tell you most solemnly, one of you will betray me'. (John 13)
Love is free. Love can never be forced. A God who loves is one who risks that the love offered may not be received. (Henri Nouwen)
Ketika makan malam bersama murid-murid-Nya, Yesus sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." (Yoh 13:21)
Kasih itu cuma-cuma. Kasih tidak dapat dipaksakan. Tuhan yang mengasihi adalah yang mengambil resiko bahwa kasih yang ditawarkan-Nya tidak diterima. (Henri Nouwen)
Love is free. Love can never be forced. A God who loves is one who risks that the love offered may not be received. (Henri Nouwen)
Ketika makan malam bersama murid-murid-Nya, Yesus sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." (Yoh 13:21)
Kasih itu cuma-cuma. Kasih tidak dapat dipaksakan. Tuhan yang mengasihi adalah yang mengambil resiko bahwa kasih yang ditawarkan-Nya tidak diterima. (Henri Nouwen)
Senin, 18 April 2011
Meditasi 40
Six days before the Passover Jesus went to Bethany ... Mary brought in a pound of very costly ointment...and with it anointed the feet of Jesus. (John 12)
If you recognize the gift that you are forever loved, claim it, share it, and celebrate it, it multiplies. In sharing your love with others you suddenly discover there is more than you thought and you only begin to know how much more there is when you give it away. (Henri Nouwen)
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (Yoh 12:1-3)
Jika kita menyadari anugerah bahwa kita selamanya dicintai, terima, bagi dan rayakanlah, hal ini akan berlipat ganda. Dalam membagi cinta dengan sesama, kita tiba-tiba akan menemukan bahwa ada lebih dari yang kita pikirkan dan kita baru mulai tahu betapa banyaknya ketika kita memberikannya. (Henri Nouwen)
If you recognize the gift that you are forever loved, claim it, share it, and celebrate it, it multiplies. In sharing your love with others you suddenly discover there is more than you thought and you only begin to know how much more there is when you give it away. (Henri Nouwen)
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (Yoh 12:1-3)
Jika kita menyadari anugerah bahwa kita selamanya dicintai, terima, bagi dan rayakanlah, hal ini akan berlipat ganda. Dalam membagi cinta dengan sesama, kita tiba-tiba akan menemukan bahwa ada lebih dari yang kita pikirkan dan kita baru mulai tahu betapa banyaknya ketika kita memberikannya. (Henri Nouwen)
Minggu, 17 April 2011
Minggu Palma
The Path of Waiting
Passion is a kind of waiting - waiting for what other people are going to do. Jesus went to Jerusalem to announce the good news to the people of that city. And Jesus knew that he was going to put a choice before them: Will you be my disciple, or will you be my executioner? There is no middle ground here. Jesus went to Jerusalem to put people in a situation where they had to say "Yes" or "No". That is the great drama of Jesus' passion: he had to wait for their response. What would they do? Betray him or follow him? In a way, his agony is not simply the agony of approaching death. It is also the agony of being out of control and of having to wait. It is the agony of a God who depends on us to decide how to live out the divine presence among us. It is the agony of the God who, in a very mysterious way, allows us to decide how God will be God. Here we glimpse the mystery of God's incarnation. God became human not only to act among us but also to be the recipient of our responses.
. . . And that is the mystery of Jesus' love. Jesus in his passion is the one who waits for our response. Precisely in that waiting the intensity of his love and God's is revealed to us.
Jalan Penantian
Kesengsaraan adalah bentuk penantian - menanti apa yang akan dilakukan orang lain. Yesus pergi ke Yerusalem untuk mewartakan Kabar Gembira bagi orang-orang di kota itu. Dan Yesus tahu bahwa Dia akan memberi mereka pilihan : Maukah kau menjadi murid-Ku, ataukah engkau menjadi algojo-Ku? Tidak ada pilihan di antaranya. Yesus pergi ke Yerusalem untuk menempatkan orang-orang pada situasi dimana mereka harus mengatakan 'Ya' atau 'Tidak'. Inilah drama besar pada kesengsaraan Yesus : Dia harus menanti tanggapan mereka. Apa yang akan mereka lakukan? Mengkhianati-Nya atau mengikuti-Nya? Di satu sisi, penderitaan itu bukan hanya penderitaan mendekati kematian. Tetapi juga penderitaan kehilangan kendali dan harus menanti. Inilah penderitaan Tuhan yang tergantung pada keputusan kita untuk hidup dalam kehadiran Ilahi. Inilah penderitaan Tuhan yang dengan cara yang sangat misterius, membiarkan kita memilih apakah Tuhan menjadi Tuhan. Di sini kita melihat misteri inkarnasi Tuhan. Tuhan menjadi manusia bukan hanya bertindak di antara kita tetapi juga menjadi penerima tanggapan kita.
... dan inilah misteri dari Cinta Yesus. Yesus dalam penderitaannya adalah orang yang harus menanti tanggapan kita. Tepat dalam penantian ini intensitas Cinta-Nya dan Cinta Allah dinyatakan kepada kita.
Henri Nouwen
Passion is a kind of waiting - waiting for what other people are going to do. Jesus went to Jerusalem to announce the good news to the people of that city. And Jesus knew that he was going to put a choice before them: Will you be my disciple, or will you be my executioner? There is no middle ground here. Jesus went to Jerusalem to put people in a situation where they had to say "Yes" or "No". That is the great drama of Jesus' passion: he had to wait for their response. What would they do? Betray him or follow him? In a way, his agony is not simply the agony of approaching death. It is also the agony of being out of control and of having to wait. It is the agony of a God who depends on us to decide how to live out the divine presence among us. It is the agony of the God who, in a very mysterious way, allows us to decide how God will be God. Here we glimpse the mystery of God's incarnation. God became human not only to act among us but also to be the recipient of our responses.
. . . And that is the mystery of Jesus' love. Jesus in his passion is the one who waits for our response. Precisely in that waiting the intensity of his love and God's is revealed to us.
Jalan Penantian
Kesengsaraan adalah bentuk penantian - menanti apa yang akan dilakukan orang lain. Yesus pergi ke Yerusalem untuk mewartakan Kabar Gembira bagi orang-orang di kota itu. Dan Yesus tahu bahwa Dia akan memberi mereka pilihan : Maukah kau menjadi murid-Ku, ataukah engkau menjadi algojo-Ku? Tidak ada pilihan di antaranya. Yesus pergi ke Yerusalem untuk menempatkan orang-orang pada situasi dimana mereka harus mengatakan 'Ya' atau 'Tidak'. Inilah drama besar pada kesengsaraan Yesus : Dia harus menanti tanggapan mereka. Apa yang akan mereka lakukan? Mengkhianati-Nya atau mengikuti-Nya? Di satu sisi, penderitaan itu bukan hanya penderitaan mendekati kematian. Tetapi juga penderitaan kehilangan kendali dan harus menanti. Inilah penderitaan Tuhan yang tergantung pada keputusan kita untuk hidup dalam kehadiran Ilahi. Inilah penderitaan Tuhan yang dengan cara yang sangat misterius, membiarkan kita memilih apakah Tuhan menjadi Tuhan. Di sini kita melihat misteri inkarnasi Tuhan. Tuhan menjadi manusia bukan hanya bertindak di antara kita tetapi juga menjadi penerima tanggapan kita.
... dan inilah misteri dari Cinta Yesus. Yesus dalam penderitaannya adalah orang yang harus menanti tanggapan kita. Tepat dalam penantian ini intensitas Cinta-Nya dan Cinta Allah dinyatakan kepada kita.
Henri Nouwen
Meditasi 39
I did not cover my face against insult and spittle. The Lord comes to my help, so that I am untouched by the insults. So too, I set my face like flint: I know I shall not be shamed. (Isaiah 50)
The voice that Jesus heard was an incredible affirmation for him: You are my beloved son. On you my favor rests. That voice made it possible for Jesus to walk in the world, to live in truth, and also to suffer. People ruined his life, rejected him, hurt him, spat on him and finally killed him on the cross, but he never lost the truth. (Henri Nouwen)
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. (Yes 50:6b-7)
Suara yg didengar Yesus adalah penegasan luar biasa bagi-Nya : Engkau anak yang Kukasihi. Kepada-Mu Aku berkenan. Suara ini memungkinkan Yesus berjalan di dunia, hidup dalam kebenaran dan juga menderita. Orang-orang menghancurkan hidup-Nya, menolak-Nya, menyakiti-Nya, meludahi-Nya dan akhirnya membunuh-Nya di salib, tetapi Dia tidak pernah kehilangan kebenaran. (Henri Nouwen)
The voice that Jesus heard was an incredible affirmation for him: You are my beloved son. On you my favor rests. That voice made it possible for Jesus to walk in the world, to live in truth, and also to suffer. People ruined his life, rejected him, hurt him, spat on him and finally killed him on the cross, but he never lost the truth. (Henri Nouwen)
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. (Yes 50:6b-7)
Suara yg didengar Yesus adalah penegasan luar biasa bagi-Nya : Engkau anak yang Kukasihi. Kepada-Mu Aku berkenan. Suara ini memungkinkan Yesus berjalan di dunia, hidup dalam kebenaran dan juga menderita. Orang-orang menghancurkan hidup-Nya, menolak-Nya, menyakiti-Nya, meludahi-Nya dan akhirnya membunuh-Nya di salib, tetapi Dia tidak pernah kehilangan kebenaran. (Henri Nouwen)
Sabtu, 16 April 2011
Meditasi 38
From that day they were determined to kill Jesus. So he no longer went about openly ... but left the district ... and stayed there with his disciples. (John 11)
Jesus' whole life is a life that moves from action - from being in control, preaching, teaching, performing miracles - to passion, in which everything is done to him. He is arrested, whipped, crowned with thorns and nailed to the cross. All this is done to him. The fulfillment of Jesus' life on earth is not what he did but rather in what was done to him. Passion. (Henri Nouwen)
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. (Yoh 11:53-54)
Seluruh hidup Yesus adalah suatu kehidupan yang bergerak - dari memegang kendali, berkotbah, mengajar, melakukan mukjizat - menuju kesengsaraan, di mana semuanya dilakukan bagi-Nya. Ia ditangkap, dicambuk, dimahkotai duri dan dipaku pada Salib. Semuanya telah dilakukan bagi-Nya. Pemenuhan hidup Yesus di dunia tidak pada apa yang dilakukan oleh-Nya melainkan apa yang dilakukan bagi-Nya. Kesengsaraan. (Henri Nouwen)
Jesus' whole life is a life that moves from action - from being in control, preaching, teaching, performing miracles - to passion, in which everything is done to him. He is arrested, whipped, crowned with thorns and nailed to the cross. All this is done to him. The fulfillment of Jesus' life on earth is not what he did but rather in what was done to him. Passion. (Henri Nouwen)
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. (Yoh 11:53-54)
Seluruh hidup Yesus adalah suatu kehidupan yang bergerak - dari memegang kendali, berkotbah, mengajar, melakukan mukjizat - menuju kesengsaraan, di mana semuanya dilakukan bagi-Nya. Ia ditangkap, dicambuk, dimahkotai duri dan dipaku pada Salib. Semuanya telah dilakukan bagi-Nya. Pemenuhan hidup Yesus di dunia tidak pada apa yang dilakukan oleh-Nya melainkan apa yang dilakukan bagi-Nya. Kesengsaraan. (Henri Nouwen)
Jumat, 15 April 2011
Meditasi 37
Jesus said,' If I am not doing my Father's work, there is no need to believe me; but if I am doing it, then even if you refuse to believe in me, at least believe in the work I do; then you will know for sure that the Father is in me and I am in the Father.' (John 10)
Life is a struggle and choosing to live the struggle gratefully and humbly as a child of God makes all the difference between a fulfilled life and an empty life. (Henri Nouwen)
Yesus berkata, "Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:37-38)
Hidup adalah suatu perjuangan dan memilih untuk hidup dalam perjuangan dengan penuh syukur dan rendah hati sebagai anak Allah membuat segala perbedaan antara hidup yang penuh dengan hidup yang kosong. (Henri Nouwen)
Life is a struggle and choosing to live the struggle gratefully and humbly as a child of God makes all the difference between a fulfilled life and an empty life. (Henri Nouwen)
Yesus berkata, "Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:37-38)
Hidup adalah suatu perjuangan dan memilih untuk hidup dalam perjuangan dengan penuh syukur dan rendah hati sebagai anak Allah membuat segala perbedaan antara hidup yang penuh dengan hidup yang kosong. (Henri Nouwen)
Kamis, 14 April 2011
Meditasi 36
Jesus said,' If I were to seek my own glory that would be no glory at all; my glory is conferred by the Father'. (John 8)
A grateful life is one in which we receive our gifts from God and then lift them up, trusting that they will multiply. That's what Jesus did. (Henri Nouwen)
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku (Yoh 8:54a)
Hidup yang penuh berkat adalah salah satu yang kita terima sebagai anugerah dari Allah maka ketika kita mensyukurinya, berkat itu akan berlipat ganda. Inilah yang telah dilakukan Yesus (Henri Nouwen)
A grateful life is one in which we receive our gifts from God and then lift them up, trusting that they will multiply. That's what Jesus did. (Henri Nouwen)
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku (Yoh 8:54a)
Hidup yang penuh berkat adalah salah satu yang kita terima sebagai anugerah dari Allah maka ketika kita mensyukurinya, berkat itu akan berlipat ganda. Inilah yang telah dilakukan Yesus (Henri Nouwen)
Rabu, 13 April 2011
Meditasi 35
Jesus said, ' If you make my word your home you will indeed be my disciples. You will learn the truth and the truth will make you free'. (John 8)
The father (in the parable of the Prodigal) welcomes his sons just as they are. His love is there for them whether they are at home or away. Love flows from the heart... this same love flows from each of us because God's Spirit of abundant love flows through our hearts. (Henri Nouwen)
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yoh 8:31-32)
Sang Bapa (dalam kisah si Anak Hilang) menyambut anaknya sebagaimana adanya. Cintanya ada untuk mereka baik ketika di rumah maupun di luar rumah. Cinta keluar dari hati ... cinta yang sama keluar dari setiap kita karena Cinta berlimpah dari Roh Allah keluar dari hati kita (Henri Nouwen)
The father (in the parable of the Prodigal) welcomes his sons just as they are. His love is there for them whether they are at home or away. Love flows from the heart... this same love flows from each of us because God's Spirit of abundant love flows through our hearts. (Henri Nouwen)
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yoh 8:31-32)
Sang Bapa (dalam kisah si Anak Hilang) menyambut anaknya sebagaimana adanya. Cintanya ada untuk mereka baik ketika di rumah maupun di luar rumah. Cinta keluar dari hati ... cinta yang sama keluar dari setiap kita karena Cinta berlimpah dari Roh Allah keluar dari hati kita (Henri Nouwen)
Selasa, 12 April 2011
Meditasi 34
Jesus said, 'When you have lifted up the Son of Man, then you will know that I am He and that I do nothing of myself.' (John 8)
You have the capacity to give from abundance. There is so much love within you that can be poured out to those around you. Do you know yourself as someone who is loved? Can you recognize how active God's Spirit is within you? (Henri Nouwen)
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri (Yoh 8:28a)
Kita memiliki kemampuan untuk memberi dari kelimpahan. Ada banyak cinta di antara kita yang dapat disebarkan kepada orang-orang di sekitar kita. Apakah kita tahu bahwa kita dicintai? Dapatkan kita merasakan betapa aktif Roh Allah di dalam diri kita? (Henri Nouwen)
You have the capacity to give from abundance. There is so much love within you that can be poured out to those around you. Do you know yourself as someone who is loved? Can you recognize how active God's Spirit is within you? (Henri Nouwen)
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri (Yoh 8:28a)
Kita memiliki kemampuan untuk memberi dari kelimpahan. Ada banyak cinta di antara kita yang dapat disebarkan kepada orang-orang di sekitar kita. Apakah kita tahu bahwa kita dicintai? Dapatkan kita merasakan betapa aktif Roh Allah di dalam diri kita? (Henri Nouwen)
Senin, 11 April 2011
Meditasi 33
Jesus looked up and said, 'Woman, where are they? Has no one condemned you?' 'No one sir,' she replied. 'Neither do I condemn you', said Jesus ' go away and sin no more'. (John 8)
Only in that place of pain can you discover a much deeper sense of belonging that is more intimate than any belonging the world can offer. It comes from the depths of loneliness and moves us to true communion with God. (Henri Nouwen)
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yoh 8:10-11)
Hanya di tempat perihnya luka kita dapat menemukan rasa dimiliki yang lebih dalam dan yang lebih akrab daripada apapun yang ada di dunia ini. Hal ini datang dari kedalaman kesendirian dan menuju kita dalam persekutuan sejati dengan Allah (Henri Nouwen)
Only in that place of pain can you discover a much deeper sense of belonging that is more intimate than any belonging the world can offer. It comes from the depths of loneliness and moves us to true communion with God. (Henri Nouwen)
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yoh 8:10-11)
Hanya di tempat perihnya luka kita dapat menemukan rasa dimiliki yang lebih dalam dan yang lebih akrab daripada apapun yang ada di dunia ini. Hal ini datang dari kedalaman kesendirian dan menuju kita dalam persekutuan sejati dengan Allah (Henri Nouwen)
Minggu, 10 April 2011
Meditasi 32
"[Jesus said]: Father, I thank you for hearing my prayer, I knew indeed that you always hear me." (John 11)
A grateful life is when we give thanks because what is happening to us politically or socially or in our families or in our personal journeys, is the molding hand of a loving Parent, transforming our hearts by love. (Henri Nouwen)
Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. (Yoh 11:41-42a)
Hidup yang penuh berkat adalah ketika kita bersyukur atas apapun yang terjadi pada kita, atau dalam kalurga kita ataupun dalam perjalanan pribadi kita, dibentuk oleh orantua yang penuh kasih, mengubah hati kita dengan kasih. (Henri Nouwen)
Minggu Kelima Prapaskah 2011
Unconditional Love
When we freely allow fear to dominate and change us, we live in misery far from our home of unconditional love.
Meanwhile Jesus, our example, says to the disciples and to us, "Don't be afraid. Perfect love casts out fear." He walked freely, lived freely, and carried on an intimate relationship with the One who sent him into the world. Throughout the nights or early mornings Jesus spent time communing with the One who loved him. Among his last words he tells us, "As the Father has loved me, so I also love you. . . . If you keep my word, the Father and I will come to you and we will make our home in you. . . . I will send you my Spirit, who will dwell with you forever, and will remind you of all I have said to you." Jesus came to convince us that Our Maker's love is pure gift, unearned and free.
Kasih Tanpa Syarat
Ketika kita membiarkan ketakutan mendominasi dan mengubah kita, kita hidup dalam kesengsaraan jauh dari rumah kasih tak bersyarat kita.
Sementara Yesus, teladan kita, berkata kepada murid-Nya dan kita : "Jangan takut, Kasih Sejati mengusir rasa takut". Dia berjalan dengan bebas, hidup dengan bebas dan berelasi erat dengan Dia yang mengirim-Nya ke dunia. Sepanjang malam ataupun dini hari Yesus menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan Dia yang mengasihi-Nya.
Di antara kata-kata terakhir-Nya, Ia mengatakan :"Seperti Bapa telah mengasihi-Ku, maka Aku pun mengasihimu ... Jika engkau memegang kata-kata-Ku ini, Bapa dan Aku akan datang kepadamu dan tinggal di dalammu ... Aku akan mengirimkan roh-Ku, yang tinggal bersamamu selamanya, dan akan mengingatkanmu pada apa yang telah Kukatakan kepadamu".
Yesus datang untuk meyakinkan kita bahwa Kasih adalah anugerah murni yang tidak perlu dibeli.
Kita bebas untuk berelasi atau tidak dengan Sumber dari Segala Hidup .
Suatu Kasih yang Besar mencakup semua kasih yang pernah kita kenal, kasih dari orangtua, pasangan, saudara, anak, guru, teman, rekan dan konselor.
Menyambut Kasih tak bersyarat membuat kita makin menyerupai Pencinta Tak Bersyarat.
Kasih ilahi berlangsung selamanya.
Henri Nouwen
When we freely allow fear to dominate and change us, we live in misery far from our home of unconditional love.
Meanwhile Jesus, our example, says to the disciples and to us, "Don't be afraid. Perfect love casts out fear." He walked freely, lived freely, and carried on an intimate relationship with the One who sent him into the world. Throughout the nights or early mornings Jesus spent time communing with the One who loved him. Among his last words he tells us, "As the Father has loved me, so I also love you. . . . If you keep my word, the Father and I will come to you and we will make our home in you. . . . I will send you my Spirit, who will dwell with you forever, and will remind you of all I have said to you." Jesus came to convince us that Our Maker's love is pure gift, unearned and free.
We are free to relate with the Source of all life or not.
A great love embraces all the love that you and I
have ever known, from father, mother, spouses, brothers,
sisters, children, teachers, friends, partners, or counsellors.
Welcoming unconditional love automatically makes
us more like the Unconditional Lover. Divine love lasts
forever.
Kasih Tanpa Syarat
Ketika kita membiarkan ketakutan mendominasi dan mengubah kita, kita hidup dalam kesengsaraan jauh dari rumah kasih tak bersyarat kita.
Sementara Yesus, teladan kita, berkata kepada murid-Nya dan kita : "Jangan takut, Kasih Sejati mengusir rasa takut". Dia berjalan dengan bebas, hidup dengan bebas dan berelasi erat dengan Dia yang mengirim-Nya ke dunia. Sepanjang malam ataupun dini hari Yesus menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan Dia yang mengasihi-Nya.
Di antara kata-kata terakhir-Nya, Ia mengatakan :"Seperti Bapa telah mengasihi-Ku, maka Aku pun mengasihimu ... Jika engkau memegang kata-kata-Ku ini, Bapa dan Aku akan datang kepadamu dan tinggal di dalammu ... Aku akan mengirimkan roh-Ku, yang tinggal bersamamu selamanya, dan akan mengingatkanmu pada apa yang telah Kukatakan kepadamu".
Yesus datang untuk meyakinkan kita bahwa Kasih adalah anugerah murni yang tidak perlu dibeli.
Kita bebas untuk berelasi atau tidak dengan Sumber dari Segala Hidup .
Suatu Kasih yang Besar mencakup semua kasih yang pernah kita kenal, kasih dari orangtua, pasangan, saudara, anak, guru, teman, rekan dan konselor.
Menyambut Kasih tak bersyarat membuat kita makin menyerupai Pencinta Tak Bersyarat.
Kasih ilahi berlangsung selamanya.
Henri Nouwen
Sabtu, 09 April 2011
Meditasi 31
"Lord God, I take refuge in you." (Psalm 7)
When you feel very upset and angry, your fears prompt you to lash out, to condemn or to take revenge...Learn to wait and to listen from the communion that you experience with God. learn to become like the God who loves you with all your darkness and all your radiant beauty. (Henri Nouwen)
Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung (Mzm 7:2)
Ketika kita merasa sangat kesal dan marah, ketakutan kita mendorong kita untuk menyerang, menghukum atau membalas dendam ... Belajarlah untuk menanti dan mendengarkan dari pengalaman bersekutu dengan Allah, belajarlah menjadi seperti Allah yang mencintai kita dengan semua kegelapan dan keindahan cahaya kita. (Henri Nouwen)
When you feel very upset and angry, your fears prompt you to lash out, to condemn or to take revenge...Learn to wait and to listen from the communion that you experience with God. learn to become like the God who loves you with all your darkness and all your radiant beauty. (Henri Nouwen)
Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung (Mzm 7:2)
Ketika kita merasa sangat kesal dan marah, ketakutan kita mendorong kita untuk menyerang, menghukum atau membalas dendam ... Belajarlah untuk menanti dan mendengarkan dari pengalaman bersekutu dengan Allah, belajarlah menjadi seperti Allah yang mencintai kita dengan semua kegelapan dan keindahan cahaya kita. (Henri Nouwen)
Jumat, 08 April 2011
Meditasi 30
"Some of the people...were saying 'Isn't this the man they want to kill?...Yet we all know where he comes from'. Then [Jesus] cried out , ' Yes you know me and you know where I came from, yet I have not come of myself...'" (John 7)
Your true identity is not in the hands of other people. Your identity can never be what some other person may think about you. You were fashioned by God in your mother's womb. God knew you intimately before you were born. You are God's beloved child. That is who you truly are. (Henri Nouwen)
Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya." Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." (Yoh 7:25-29)
Identitas sejati kita tidak berada pada tangan orang lain. Identitas kita bukanlah apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kita dibentuk oleh Allah dalam rahim ibu kita. Allah mengenal kita sebelum kita dilahirkan. Kita adalah anak yang dikasihi Allah. Inilah sesungguhnya kita. (Henri Nouwen)
Your true identity is not in the hands of other people. Your identity can never be what some other person may think about you. You were fashioned by God in your mother's womb. God knew you intimately before you were born. You are God's beloved child. That is who you truly are. (Henri Nouwen)
Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya." Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." (Yoh 7:25-29)
Identitas sejati kita tidak berada pada tangan orang lain. Identitas kita bukanlah apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kita dibentuk oleh Allah dalam rahim ibu kita. Allah mengenal kita sebelum kita dilahirkan. Kita adalah anak yang dikasihi Allah. Inilah sesungguhnya kita. (Henri Nouwen)
Kamis, 07 April 2011
Meditasi 29
"[Jesus said] the works my Father has given me to carry out, these same works of mine testify that the Father has sent me." (John 5)
God's Spirit within us prompts us to love and respect each other and to speak with divine respect. When connected intimately with God, we find ourselves speaking words of forgiveness, healing, reconciliation, joy and peace. (Henri Nouwen)
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yoh 5:19)
Roh Allah di dalam kita mengarahkan kita untuk mencintai dan menghormati orang lain dan berbicara dengan Kasih Ilahi. Ketika terhubung erat dengan Allah, kita menemukan diri kita berbicara dengan kata-kata pengampunan, penyembuhan, rekonsiliasi, kegembiraan dan perdamaian. (Henri Nouwen)
God's Spirit within us prompts us to love and respect each other and to speak with divine respect. When connected intimately with God, we find ourselves speaking words of forgiveness, healing, reconciliation, joy and peace. (Henri Nouwen)
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yoh 5:19)
Roh Allah di dalam kita mengarahkan kita untuk mencintai dan menghormati orang lain dan berbicara dengan Kasih Ilahi. Ketika terhubung erat dengan Allah, kita menemukan diri kita berbicara dengan kata-kata pengampunan, penyembuhan, rekonsiliasi, kegembiraan dan perdamaian. (Henri Nouwen)
Rabu, 06 April 2011
Meditasi 28
"Jesus said...'My father goes on working, and so do I'." (John 5)
The relationship between Jesus and the Father is so intimate it is like breathing. God offers this same intimacy to you and me, breathing love into us, and with this breath inspiring us to breathe love into others. 'It is good for you that I'm going, Jesus said, 'because if I go, I can send you my Spirit, my breath. (Henri Nouwen)
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." (Yoh 5:17)
Relasi antara Yesus dan Bapa begitu dekat seperti menarik nafas. Allah menawarkan kedekatan yang sama kepada kita, menghembuskan Kasih ke dalam kita dan dengan Nafas ini menginspirasi kita untuk menghembuskan Kasih kepada sesama. "Baik bagimu bahwa Aku pergi", kata Yesus, "sebab jika Aku pergi, Aku dapat mengirimkan Roh-Ku, Nafas-Ku" (Henri Nouwen)
The relationship between Jesus and the Father is so intimate it is like breathing. God offers this same intimacy to you and me, breathing love into us, and with this breath inspiring us to breathe love into others. 'It is good for you that I'm going, Jesus said, 'because if I go, I can send you my Spirit, my breath. (Henri Nouwen)
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." (Yoh 5:17)
Relasi antara Yesus dan Bapa begitu dekat seperti menarik nafas. Allah menawarkan kedekatan yang sama kepada kita, menghembuskan Kasih ke dalam kita dan dengan Nafas ini menginspirasi kita untuk menghembuskan Kasih kepada sesama. "Baik bagimu bahwa Aku pergi", kata Yesus, "sebab jika Aku pergi, Aku dapat mengirimkan Roh-Ku, Nafas-Ku" (Henri Nouwen)
Selasa, 05 April 2011
Meditasi 27
"Jesus went up to Jerusalem. Now at the Sheep Pool in Jerusalem...were crowds of sick people - blind, lame, paralyzed." (John 5)
Stay close to the weak. I say this because this is the way of God. How did God finally reveal true love for us? By sending his beloved Son to be with us where we are poor. (Henri Nouwen)
Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh (Yoh 5:1b-3a)
Dekatlah pada yang lemah. Saya katakan demikian karena inilah Jalan Tuhan. Bagaimana Tuhan akhirnya melimpahkan Cinta Sejati kepada kita? Dengan mengirimkan PuteraNya terkasih menemani kita ketika kita lemah (Henri Nouwen)
Stay close to the weak. I say this because this is the way of God. How did God finally reveal true love for us? By sending his beloved Son to be with us where we are poor. (Henri Nouwen)
Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh (Yoh 5:1b-3a)
Dekatlah pada yang lemah. Saya katakan demikian karena inilah Jalan Tuhan. Bagaimana Tuhan akhirnya melimpahkan Cinta Sejati kepada kita? Dengan mengirimkan PuteraNya terkasih menemani kita ketika kita lemah (Henri Nouwen)
Senin, 04 April 2011
Meditasi 26
" 'Sir' said the official 'come down before my child dies'. 'Go home' said Jesus, 'your son will live'." (John 4)
God does not unravel for us the mystery of human suffering. But I believe that God does not want us to suffer. The heart of God, revealed in the life of Jesus, is compassionate. (Henri Nouwen)
"Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" (Yoh 4:49b-50a)
Allah tidak menguraikan misteri penderitaan manusia. Tapi aku yakin bahwa Allah tidak ingin kita menderita. Hati Allah, terbukti dalam kehidupan Yesus, adalah Kasih. (Henri Nouwen)
God does not unravel for us the mystery of human suffering. But I believe that God does not want us to suffer. The heart of God, revealed in the life of Jesus, is compassionate. (Henri Nouwen)
"Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" (Yoh 4:49b-50a)
Allah tidak menguraikan misteri penderitaan manusia. Tapi aku yakin bahwa Allah tidak ingin kita menderita. Hati Allah, terbukti dalam kehidupan Yesus, adalah Kasih. (Henri Nouwen)
Minggu, 03 April 2011
Minggu Keempat Prapaskah 2011
O Lord, this holy season of Lent is passing quickly. I entered into it with fear, but also with great expectations. I hoped for a great breakthrough, a powerful conversion, a real change of heart; I wanted Easter to be a day so full of light that not even a trace of darkness would be left in my soul. But I know that you do not come to your people with thunder and lightning. Even St. Paul and St. Francis journeyed through much darkness before they could see your light. Let me be thankful for your gentle way. I know you are at work. I know you will not leave me alone. I know you are quickening me for Easter - but in a way fitting to my own history and my own temperament.
I pray that these last three weeks, in which you invite me to enter more fully into the mystery of your passion, will bring me a greater desire to follow you on the way that you create for me and to accept the cross that you give to me. Let me die to the desire to choose my own way and select my own desire. You do not want to make me a hero but a servant who loves you.
Be with me tomorrow and in the days to come, and let me experience your gentle presence.
Amen.
Oh Tuhan, masa puasa suci ini berlalu dengan cepat. Aku memasukinya dengan rasa takut, tetapi juga dengan harapan yang besar. Aku berharap ada terobosan besar, suatu perubahan kuat, perubahan nyata di hatiku; kuinginkan Paskah menjadi hari yang penuh cahaya sehingga tidak ada jejak kegelapan tinggal dalam jiwaku. Tetapi aku tahu bahwa Dikau tidak datang pada umatMu dengan guntur dan kilat. Bahkan perjalanan Santo Paulus dan Santo Fransiskus melalui kegelapan sebelum mereka melihat CahayaMu. Biarkan aku bersyukur untuk jalanMu yang lembut. Aku tahu Dikau sedang bekerja. Aku tahu Dikau tak meninggalkan diriku sendirian. Aku tahu Dikau mempercepatku untuk Paskah - tetapi dengan cara yang tepat untuk sejarahku sendiri dan temperamenku sendiri.
Aku berdoa untuk tiga minggu terakhir ini, dimana Dikau mengundangku untuk memasuki lebih penuh pada misteri kesengsaraanMu, akan membawaku pada keinginan besar untuk mengikutiMu dengan cara yang Dikau ciptakan untukku dan menerima salib yang Dikau berikan padaku. Biarkan aku mati dari keinginan untuk memilih jalanku sendiri dan memilih keinginanku sendiri. Dikau tidak ingin membuatku menjadi seorang pahlawan, melainkan seorang hamba yang mencintaiMu.
Bersamakulah esok dan hari-hari yang akan datang, biarkan aku mengalami kehadiranMu yang lembut.
Amin.
I pray that these last three weeks, in which you invite me to enter more fully into the mystery of your passion, will bring me a greater desire to follow you on the way that you create for me and to accept the cross that you give to me. Let me die to the desire to choose my own way and select my own desire. You do not want to make me a hero but a servant who loves you.
Be with me tomorrow and in the days to come, and let me experience your gentle presence.
Amen.
Oh Tuhan, masa puasa suci ini berlalu dengan cepat. Aku memasukinya dengan rasa takut, tetapi juga dengan harapan yang besar. Aku berharap ada terobosan besar, suatu perubahan kuat, perubahan nyata di hatiku; kuinginkan Paskah menjadi hari yang penuh cahaya sehingga tidak ada jejak kegelapan tinggal dalam jiwaku. Tetapi aku tahu bahwa Dikau tidak datang pada umatMu dengan guntur dan kilat. Bahkan perjalanan Santo Paulus dan Santo Fransiskus melalui kegelapan sebelum mereka melihat CahayaMu. Biarkan aku bersyukur untuk jalanMu yang lembut. Aku tahu Dikau sedang bekerja. Aku tahu Dikau tak meninggalkan diriku sendirian. Aku tahu Dikau mempercepatku untuk Paskah - tetapi dengan cara yang tepat untuk sejarahku sendiri dan temperamenku sendiri.
Aku berdoa untuk tiga minggu terakhir ini, dimana Dikau mengundangku untuk memasuki lebih penuh pada misteri kesengsaraanMu, akan membawaku pada keinginan besar untuk mengikutiMu dengan cara yang Dikau ciptakan untukku dan menerima salib yang Dikau berikan padaku. Biarkan aku mati dari keinginan untuk memilih jalanku sendiri dan memilih keinginanku sendiri. Dikau tidak ingin membuatku menjadi seorang pahlawan, melainkan seorang hamba yang mencintaiMu.
Bersamakulah esok dan hari-hari yang akan datang, biarkan aku mengalami kehadiranMu yang lembut.
Amin.
Meditasi 25
"I only know that I was blind and now I see." (John 9)
Do I really believe that I am loved first, independent of what I do or what I accomplish? This is an important question because as long as I think that what I most need I have to earn...I will never get what I most need and desire, which is a love that cannot be earned but that is freely given. (Henri Nouwen)
satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat (Yoh 9:25b)
Sungguhkah aku percaya bahwa aku dicintai lebih dulu, bebas dari apa yang aku lakukan ataupun apa yang aku hasilkan? Ini adalah suatu pertanyaan penting karena selama aku berpikir bahwa apa yang paling kubutuhkan harus kuusahakan ... aku tidak pernah mendapatkan apa yang kubutuhkan dan kuinginkan, karena Kasih tidak kuhasilkan tetapi diberikan padaku secara cuma-cuma. (Henri Nouwen)
Sabtu, 02 April 2011
Meditasi 24
"Jesus spoke a parable to some people who prided themselves on being virtuous and despised everyone else..." (Luke 18)
It is so important for us to really try to understand the heart of God. God does not condemn, does not judge, does not criticize. Some of those images exist in scripture, but they are images that speak more about the limitations of our expression than about the heart of God. From some of those readings and from some of our teachers we have come to think that God only loves those who are strong and good and not those who make poor choices. The truth is that God is only love and, 'God makes the rain to fall on the wicked as well as on the righteous'. (Henri Nouwen)
Yesus bicara dalam perumpamaan bagi orang-orang yang membanggakan dirinya sendiri sebagai yang suci dan memandang rendah orang lain ... Luk 18
Penting bagi kita untuk mencoba memahami hati Allah. Allah tidak mengutuk, tidak menghakimi, tidak mengkritik. Beberapa gambaran ini ada dalam kitab suci, tetapi semuanya adalah gambaran dari keterbatasan ekspresi kita daripada hati Allah. Dari beberapa bacaan ini dan dari beberapa guru kita berpikir bahwa Allah hanya mencintai yang kuat dan baik saja bukan yang membuat pilihan yang salah. Sebenarnya Allah adalah Kasih dan Allah membuat hujan untuk orang yang jahat maupun yang baik. (Henri Nouwen)
It is so important for us to really try to understand the heart of God. God does not condemn, does not judge, does not criticize. Some of those images exist in scripture, but they are images that speak more about the limitations of our expression than about the heart of God. From some of those readings and from some of our teachers we have come to think that God only loves those who are strong and good and not those who make poor choices. The truth is that God is only love and, 'God makes the rain to fall on the wicked as well as on the righteous'. (Henri Nouwen)
Yesus bicara dalam perumpamaan bagi orang-orang yang membanggakan dirinya sendiri sebagai yang suci dan memandang rendah orang lain ... Luk 18
Penting bagi kita untuk mencoba memahami hati Allah. Allah tidak mengutuk, tidak menghakimi, tidak mengkritik. Beberapa gambaran ini ada dalam kitab suci, tetapi semuanya adalah gambaran dari keterbatasan ekspresi kita daripada hati Allah. Dari beberapa bacaan ini dan dari beberapa guru kita berpikir bahwa Allah hanya mencintai yang kuat dan baik saja bukan yang membuat pilihan yang salah. Sebenarnya Allah adalah Kasih dan Allah membuat hujan untuk orang yang jahat maupun yang baik. (Henri Nouwen)
Jumat, 01 April 2011
Meditasi 23
"One of the scribes came up to Jesus and put a question to him, 'Which is the first of all the commandments?' Jesus replied, ' ...you must love the Lord your God with all your heart, with all your soul, with all your mind, and with all your strength...[and] you must love your neighbor as yourself." (Mark 12)
The great conversion [of our life is to] learn the courage to say, 'I don't have to ask permission from the world to live. I am not what other people say I am. I am not what I produce. I am not what I own. What I truly am is the chosen, beloved child of Divine God.' (Henri Nouwen)
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Mrk 12:28-31)
Perubahan besar dalam hidup kita adalah belajar untuk berani berkata : "Saya tidak perlu meminta ijin kepada dunia untuk hidup. Saya bukan seperti yang orang lain katakan. Saya bukan apa yang saya hasilkan. Saya bukan juga apa yang saya miliki. Saya adalah anak yang sungguh dipilih dan dikasihi Allah. (Henri Nouwen)
The great conversion [of our life is to] learn the courage to say, 'I don't have to ask permission from the world to live. I am not what other people say I am. I am not what I produce. I am not what I own. What I truly am is the chosen, beloved child of Divine God.' (Henri Nouwen)
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Mrk 12:28-31)
Perubahan besar dalam hidup kita adalah belajar untuk berani berkata : "Saya tidak perlu meminta ijin kepada dunia untuk hidup. Saya bukan seperti yang orang lain katakan. Saya bukan apa yang saya hasilkan. Saya bukan juga apa yang saya miliki. Saya adalah anak yang sungguh dipilih dan dikasihi Allah. (Henri Nouwen)
Langganan:
Postingan (Atom)