I did not cover my face against insult and spittle. The Lord comes to my help, so that I am untouched by the insults. So too, I set my face like flint: I know I shall not be shamed. (Isaiah 50)
The voice that Jesus heard was an incredible affirmation for him: You are my beloved son. On you my favor rests. That voice made it possible for Jesus to walk in the world, to live in truth, and also to suffer. People ruined his life, rejected him, hurt him, spat on him and finally killed him on the cross, but he never lost the truth. (Henri Nouwen)
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. (Yes 50:6b-7)
Suara yg didengar Yesus adalah penegasan luar biasa bagi-Nya : Engkau anak yang Kukasihi. Kepada-Mu Aku berkenan. Suara ini memungkinkan Yesus berjalan di dunia, hidup dalam kebenaran dan juga menderita. Orang-orang menghancurkan hidup-Nya, menolak-Nya, menyakiti-Nya, meludahi-Nya dan akhirnya membunuh-Nya di salib, tetapi Dia tidak pernah kehilangan kebenaran. (Henri Nouwen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar