Sabtu, 16 April 2011

Meditasi 38

From that day they were determined to kill Jesus. So he no longer went about openly ... but left the district ... and stayed there with his disciples. (John 11)

Jesus' whole life is a life that moves from action - from being in control, preaching, teaching, performing miracles - to passion, in which everything is done to him. He is arrested, whipped, crowned with thorns and nailed to the cross. All this is done to him. The fulfillment of Jesus' life on earth is not what he did but rather in what was done to him. Passion. (Henri Nouwen)

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. (Yoh 11:53-54)


Seluruh hidup Yesus adalah suatu kehidupan yang bergerak - dari memegang kendali, berkotbah, mengajar, melakukan mukjizat - menuju kesengsaraan, di mana semuanya dilakukan bagi-Nya. Ia ditangkap, dicambuk, dimahkotai duri dan dipaku pada Salib. Semuanya telah dilakukan bagi-Nya. Pemenuhan hidup Yesus di dunia tidak pada apa yang dilakukan oleh-Nya melainkan apa yang dilakukan bagi-Nya. Kesengsaraan. (Henri Nouwen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar