O Lord, this holy season of Lent is passing quickly. I entered into it with fear, but also with great expectations. I hoped for a great breakthrough, a powerful conversion, a real change of heart; I wanted Easter to be a day so full of light that not even a trace of darkness would be left in my soul. But I know that you do not come to your people with thunder and lightning. Even St. Paul and St. Francis journeyed through much darkness before they could see your light. Let me be thankful for your gentle way. I know you are at work. I know you will not leave me alone. I know you are quickening me for Easter - but in a way fitting to my own history and my own temperament.
I pray that these last three weeks, in which you invite me to enter more fully into the mystery of your passion, will bring me a greater desire to follow you on the way that you create for me and to accept the cross that you give to me. Let me die to the desire to choose my own way and select my own desire. You do not want to make me a hero but a servant who loves you.
Be with me tomorrow and in the days to come, and let me experience your gentle presence.
Amen.
Oh Tuhan, masa puasa suci ini berlalu dengan cepat. Aku memasukinya dengan rasa takut, tetapi juga dengan harapan yang besar. Aku berharap ada terobosan besar, suatu perubahan kuat, perubahan nyata di hatiku; kuinginkan Paskah menjadi hari yang penuh cahaya sehingga tidak ada jejak kegelapan tinggal dalam jiwaku. Tetapi aku tahu bahwa Dikau tidak datang pada umatMu dengan guntur dan kilat. Bahkan perjalanan Santo Paulus dan Santo Fransiskus melalui kegelapan sebelum mereka melihat CahayaMu. Biarkan aku bersyukur untuk jalanMu yang lembut. Aku tahu Dikau sedang bekerja. Aku tahu Dikau tak meninggalkan diriku sendirian. Aku tahu Dikau mempercepatku untuk Paskah - tetapi dengan cara yang tepat untuk sejarahku sendiri dan temperamenku sendiri.
Aku berdoa untuk tiga minggu terakhir ini, dimana Dikau mengundangku untuk memasuki lebih penuh pada misteri kesengsaraanMu, akan membawaku pada keinginan besar untuk mengikutiMu dengan cara yang Dikau ciptakan untukku dan menerima salib yang Dikau berikan padaku. Biarkan aku mati dari keinginan untuk memilih jalanku sendiri dan memilih keinginanku sendiri. Dikau tidak ingin membuatku menjadi seorang pahlawan, melainkan seorang hamba yang mencintaiMu.
Bersamakulah esok dan hari-hari yang akan datang, biarkan aku mengalami kehadiranMu yang lembut.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar