When we freely allow fear to dominate and change us, we live in misery far from our home of unconditional love.
Meanwhile Jesus, our example, says to the disciples and to us, "Don't be afraid. Perfect love casts out fear." He walked freely, lived freely, and carried on an intimate relationship with the One who sent him into the world. Throughout the nights or early mornings Jesus spent time communing with the One who loved him. Among his last words he tells us, "As the Father has loved me, so I also love you. . . . If you keep my word, the Father and I will come to you and we will make our home in you. . . . I will send you my Spirit, who will dwell with you forever, and will remind you of all I have said to you." Jesus came to convince us that Our Maker's love is pure gift, unearned and free.
We are free to relate with the Source of all life or not.
A great love embraces all the love that you and I
have ever known, from father, mother, spouses, brothers,
sisters, children, teachers, friends, partners, or counsellors.
Welcoming unconditional love automatically makes
us more like the Unconditional Lover. Divine love lasts
forever.
Kasih Tanpa Syarat
Ketika kita membiarkan ketakutan mendominasi dan mengubah kita, kita hidup dalam kesengsaraan jauh dari rumah kasih tak bersyarat kita.
Sementara Yesus, teladan kita, berkata kepada murid-Nya dan kita : "Jangan takut, Kasih Sejati mengusir rasa takut". Dia berjalan dengan bebas, hidup dengan bebas dan berelasi erat dengan Dia yang mengirim-Nya ke dunia. Sepanjang malam ataupun dini hari Yesus menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan Dia yang mengasihi-Nya.
Di antara kata-kata terakhir-Nya, Ia mengatakan :"Seperti Bapa telah mengasihi-Ku, maka Aku pun mengasihimu ... Jika engkau memegang kata-kata-Ku ini, Bapa dan Aku akan datang kepadamu dan tinggal di dalammu ... Aku akan mengirimkan roh-Ku, yang tinggal bersamamu selamanya, dan akan mengingatkanmu pada apa yang telah Kukatakan kepadamu".
Yesus datang untuk meyakinkan kita bahwa Kasih adalah anugerah murni yang tidak perlu dibeli.
Kita bebas untuk berelasi atau tidak dengan Sumber dari Segala Hidup .
Suatu Kasih yang Besar mencakup semua kasih yang pernah kita kenal, kasih dari orangtua, pasangan, saudara, anak, guru, teman, rekan dan konselor.
Menyambut Kasih tak bersyarat membuat kita makin menyerupai Pencinta Tak Bersyarat.
Kasih ilahi berlangsung selamanya.
Henri Nouwen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar