Jumat, 25 Maret 2011

Meditasi 16

"Israel loved Joseph more than all his other sons...but his brothers, seeing how his father loved him more than all his other sons, came to hate him..." (Genesis 37)

The problem with resentment is that it is not so clear-cut. It's not spectacular and it is not overt, and it can be concealed by the appearance of a holy life. Resentment is so pernicious because it sits very deep within us; in our hearts, in our flesh, in our bones. Often we aren't even aware that it is there. (Henri Nouwen)

Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (Kej. 37:3-4)

Masalah dengan kebencian tidak jelas, tidak spektakuler dan tidak terbuka, dan dapat tersembunyi dari hidup yang kudus. Kebencian begitu jahat karena terletak jauh di dalam kita, dalam daging dan tulang kita. Seringkali kita tidak menyadari keberadaannya di dalam kita. (Henri Nouwen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar