Selasa, 20 Januari 2015

Pekan Doa Sedunia 2015 Hari Keenam

Penegasan

Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya (Yoh 4:14)

Percakapan yang diawali dengan Yesus meminta air menjadi percakapan yang menampilkan di mana Yesus menjanjikan air untuk kehidupan kekal. Yesus kembali meminta minum. "Aku haus" dari atas kayu salib. Dari sanalah Yesus menjadi sumber air yang dijanjikan, yang mengalir melalui lambung yang ditikam.
Kita menerima air ini melalui baptisan. Berarti kita menerima kehidupan yang berasal dari Yesus, suatu kehidupan yang dapat kita berikan dan bagikan kepada orang lain. Air baptisan, sumber air kehidupan ini menjadi kesaksian ekumenis dari umat Kristiani dalam melakukan suatu karya karitatif, tindakan berdasarkan kasih, khususnya bagi mereka yang kesepian, kecil, lemah, miskin, tertindas dan difabel.

Refleksi :
Bagaimana kita menginterpretasikan kata-kata Yesus, bahwa melalui Dia kita dapat menjadi 'mata air yang memancar sampai kepada hidup kekal'?
Dimana dan dalam situasi apa orang-orang Kristiani dan Gereja telah menjadi mata air kehidupan bagi sesama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar