Selasa, 20 Januari 2015

Pekan Doa Sedunia 2015 Hari Keempat

Penolakan

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya (Yoh 4:28)

Perjumpaan antara Yesus dengan perempuan Samaria menunjukkan bahwa percakapan dengan orang berbeda, orang yang asing, dapat memberikan suatu kehidupan baru yang berbuah positif. Jika perempuan tersebut mengikuti aturan budayanya, seharusnya ia pergi saat melihat Yesus mendekati sumur. Pada hari itu, ia tidak mengikuti peraturan. Baik perempuan tersebut maupun Yesus melanggar perilaku konvensional.
Perempuan Samaria itu meninggalkan tempayannya menunjukkan bahwa dia memperoleh rahmat yang lebih besar daripada air yang hendak dia timba. Dia mengakui karunia yang lebih besar yang ditawarkan oleh orang asing Yahudi ini, yaitu Yesus.
Seringkali begitu sulit bagi kita untuk menemukan nilai, untuk mengakui baik, atau bahkan suci pada sesuatu yang tidak kita tahu dan sesuatu yang menjadi milik orang lain. Namun mengakui karunia milik orang lain sebagai yang baik dan suci merupakan langkah penting menuju kesatuan yang nyata yang kita rindukan.

Refleksi :
Bertemu dengan Yesus menuntut kita untuk meninggalkan 'tempayan kita',
apakah yang dimaksud dengan 'tempayan kita' yang harus kita tinggalkan demi Yesus Kristus?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar